Topik masyarakat adat

Lubang bekas tambang batu bara yang dibiarkan terbuka di Kalimantan Timur perlahan berubah menjadi danau dengan air asam berwarna hijau tua — pemandangan yang indah dari kejauhan namun mematikan bagi ekosistem dan manusia di sekitarnya.

TAMBANG DAN LINGKUNGAN

Ketika Tambang Menelan Kampung dan Meracuni Sungai Terakhir

TAMBANG DAN LINGKUNGAN | Kamis, 13 Agustus 2026 - 09:43

Kamis, 13 Agustus 2026 - 09:43

Di balik angka ekspor mineral Indonesia yang terus tumbuh, ribuan warga di Kalimantan, Sulawesi, Bangka Belitung, dan Papua menanggung kerusakan sungai, tanah, dan hutan yang dampaknya berlangsung jauh lebih lama dari umur sebuah tambang. Artikel ini menelusuri bagaimana lubang tambang yang tak ditutup, pencemaran logam berat, dan pelemahan suara komunitas adat membentuk krisis lingkungan yang sistematis dan terus berulang. Yang lebih mengkhawatirkan, regulasinya sudah ada — namun penegakannya hampir tidak pernah menyentuh akar masalah.

Masyarakat lokal bersama tim konservasi menanam bibit pohon endemik di kawasan hutan yang terdegradasi di Kalimantan — sebuah upaya pemulihan yang dampaknya baru akan terasa penuh oleh generasi yang belum lahir hari ini.

HUTAN DAN SUNGAI

Ketika Hutan Tumbuh Kembali, Kehidupan Ikut Berubah

HUTAN DAN SUNGAI | Kamis, 13 Agustus 2026 - 09:26

Kamis, 13 Agustus 2026 - 09:26

Pemulihan ekosistem hutan di Indonesia bukan sekadar proyek penanaman pohon, melainkan proses panjang yang melibatkan masyarakat lokal, pengetahuan adat, dan kesabaran lintas generasi. Dari Hutan Harapan di Sumatera hingga lereng Gunung Merbabu, berbagai inisiatif restorasi membuktikan bahwa alam bisa pulih — asalkan manusia memberi ruang dan berhenti merusak. Artikel ini menelusuri bagaimana hutan yang kembali tumbuh mengubah kehidupan nyata jutaan orang, dari ketersediaan air hingga ketahanan pangan.

Masyarakat adat di pelosok Nusantara terus menjaga kelestarian hutan leluhur mereka melalui kearifan lokal yang telah diwariskan turun-temurun.

MASYARAKAT ADAT

Menjaga Hutan Adat: Fondasi Gaya Hidup Berkelanjutan dan Masa Depan Nusantara

MASYARAKAT ADAT | Kamis, 13 Agustus 2026 - 06:28

Kamis, 13 Agustus 2026 - 06:28

Perjuangan pengakuan hak wilayah adat ternyata berdampak langsung pada kelestarian lingkungan, keberagaman kuliner lokal, hingga tren busana berkelanjutan di Indonesia. Mengakui hak atas tanah leluhur bukan hanya masalah keadilan sosial, melainkan langkah krusial untuk menyelamatkan ekosistem bumi dari dampak krisis iklim.