Topik reklamasi tambang

Pemanfaatan sisa pasir tailing dari area pertambangan yang diolah menjadi bahan baku konstruksi ramah lingkungan dan produk dekoratif berestetika tinggi.

TAMBANG DAN LINGKUNGAN

Transformasi Otentik Limbah Tambang Menjadi Karya Seni Dan Material Bangunan Ramah Lingkungan

TAMBANG DAN LINGKUNGAN | Senin, 31 Agustus 2026 - 09:54 WIB

Senin, 31 Agustus 2026 - 09:54 WIB

Artikel feature ini mengulas inovasi pengelolaan limbah tambang tailing di Indonesia yang disulap menjadi bahan bangunan dan karya seni bernilai tinggi. Pendekatan ekonomi sirkular dan teknologi lahan basah artifisial terbukti mampu menjaga keseimbangan ekosistem sekaligus menggerakkan ekonomi masyarakat lokal. Konsumen kini diajak berpartisipasi aktif mendukung produk ramah lingkungan demi masa depan bumi yang lebih hijau.

Kawasan bekas penambangan yang telah selesai direklamasi kini bertransformasi menjadi danau hijau nan asri yang dimanfaatkan warga sebagai destinasi wisata ekologi terpadu.

TAMBANG DAN LINGKUNGAN

Menyulap Sisa Tambang Menjadi Ruang Hijau yang Menghidupkan Kembali Ekonomi Masyarakat

TAMBANG DAN LINGKUNGAN | Minggu, 23 Agustus 2026 - 10:04 WIB

Minggu, 23 Agustus 2026 - 10:04 WIB

Artikel ini mengulas bagaimana inovasi teknologi bioremediasi dan konsep ekonomi sirkular mampu menyulap limbah bekas penambangan menjadi kawasan hijau bernilai ekonomi tinggi. Melalui kolaborasi antara masyarakat lokal dan pengusaha, area yang dulunya rusak kini bertransformasi menjadi destinasi wisata alam serta sumber bahan bangunan daur ulang. Simak kisah inspiratif pemulihan lingkungan bekas galian tambang yang memberikan harapan baru bagi keberlanjutan masa depan bumi kita.

Lubang bekas tambang batu bara yang dibiarkan terbuka di Kalimantan Timur perlahan berubah menjadi danau dengan air asam berwarna hijau tua — pemandangan yang indah dari kejauhan namun mematikan bagi ekosistem dan manusia di sekitarnya.

TAMBANG DAN LINGKUNGAN

Ketika Tambang Menelan Kampung dan Meracuni Sungai Terakhir

TAMBANG DAN LINGKUNGAN | Kamis, 13 Agustus 2026 - 09:43 WIB

Kamis, 13 Agustus 2026 - 09:43 WIB

Di balik angka ekspor mineral Indonesia yang terus tumbuh, ribuan warga di Kalimantan, Sulawesi, Bangka Belitung, dan Papua menanggung kerusakan sungai, tanah, dan hutan yang dampaknya berlangsung jauh lebih lama dari umur sebuah tambang. Artikel ini menelusuri bagaimana lubang tambang yang tak ditutup, pencemaran logam berat, dan pelemahan suara komunitas adat membentuk krisis lingkungan yang sistematis dan terus berulang. Yang lebih mengkhawatirkan, regulasinya sudah ada — namun penegakannya hampir tidak pernah menyentuh akar masalah.