Topik krisis iklim

Masyarakat adat di pedalaman Indonesia terus menjaga bentang hutan lindung dengan kearifan lokal yang telah diwariskan secara turun-temurun demi melestarikan paru-paru bumi.

MASYARAKAT ADAT

Menjaga Nafas Hutan Adat Melalui Pilihan Gaya Hidup Perkotaan yang Bijak

MASYARAKAT ADAT | Senin, 24 Agustus 2026 - 08:52 WIB

Senin, 24 Agustus 2026 - 08:52 WIB

Keberlangsungan hutan adat di Indonesia sangat bergantung pada kearifan lokal masyarakat adat dan dukungan nyata masyarakat perkotaan. Lewat pilihan konsumsi etis, wisata bertanggung jawab, serta dukungan regulasi, warga kota dapat berkontribusi langsung menjaga paru-paru dunia dari krisis iklim.

Anggota komunitas adat sedang memetakan kawasan hutan tradisi mereka demi melindungi kelestarian ekosistem dan kearifan lokal dari ancaman alih fungsi lahan.

MASYARAKAT ADAT

Menjaga Nafas Hutan Terakhir Lewat Kearifan Lokal Masyarakat Adat Nusantara

MASYARAKAT ADAT | Sabtu, 15 Agustus 2026 - 08:48 WIB

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 08:48 WIB

Perjuangan masyarakat adat dalam mempertahankan wilayah ulayat bukan sekadar konflik lahan, melainkan benteng pertahanan terakhir bagi kelestarian ekosistem dan krisis iklim global. Gaya hidup harmonis dan kearifan lokal yang mereka miliki menawarkan pembelajaran berharga bagi masyarakat urban untuk mengadopsi konsumsi etis dan mendukung kelestarian alam Nusantara.

Pemandangan dari atas memperlihatkan celah pembukaan lahan di antara lebatnya kanopi hutan hujan tropis Indonesia yang sangat berharga bagi keseimbangan iklim bumi.

HUTAN DAN SUNGAI

Menyusuri Hilangnya Rimba Nusantara dan Dampaknya Bagi Kenyamanan Hidup Perkotaan

HUTAN DAN SUNGAI | Jumat, 14 Agustus 2026 - 07:03 WIB

Jumat, 14 Agustus 2026 - 07:03 WIB

Hilangnya kawasan hutan tropis Indonesia berdampak langsung pada kenyamanan hidup masyarakat perkotaan, mulai dari peningkatan suhu udara hingga ancaman pasokan pangan. Artikel ini mengulas bagaimana keputusan konsumsi harian dan kepedulian lingkungan masyarakat dapat membantu menyelamatkan benteng hijau terakhir Nusantara demi masa depan yang lebih berkelanjutan.

Banjir rob yang semakin sering melanda kawasan pesisir utara Jakarta menjadi salah satu wajah paling nyata dari dampak perubahan iklim yang kini dirasakan langsung oleh jutaan warga Indonesia, jauh dari layar berita dan laporan ilmiah.

IKLIM DAN ENERGI

Ketika Musim Hujan Tak Lagi Bisa Ditebak Waktunya

IKLIM DAN ENERGI | Kamis, 13 Agustus 2026 - 09:24 WIB

Kamis, 13 Agustus 2026 - 09:24 WIB

Perubahan iklim global kini bukan lagi ancaman abstrak yang terasa jauh — dampaknya sudah terasa nyata di sawah Karawang, pesisir Jakarta, hingga laut Raja Ampat. Dari pola hujan yang kacau hingga karang yang memutih dan nyamuk yang semakin ganas, krisis ini menyentuh hampir setiap aspek kehidupan orang Indonesia. Artikel ini menelusuri bagaimana perubahan itu bekerja di sekitar kita dan apa yang mulai dilakukan oleh kota-kota serta warganya untuk bertahan.

Sawah yang retak akibat kemarau panjang menjadi pemandangan yang kian sering ditemui di wilayah pertanian Jawa dan Nusa Tenggara, mencerminkan pergeseran pola iklim yang kini berdampak langsung pada ketahanan pangan jutaan keluarga Indonesia.

IKLIM DAN ENERGI

Ketika Musim Hujan Tak Lagi Bisa Diprediksi oleh Petani Indonesia

IKLIM DAN ENERGI | Kamis, 13 Agustus 2026 - 09:19 WIB

Kamis, 13 Agustus 2026 - 09:19 WIB

Petani di Klaten gagal panen, warga Jakarta tergenang rob di hari cerah, dan harga cabai melonjak di pasar — semua terhubung pada satu akar masalah yang sama: perubahan iklim global yang kini terasa nyata di dapur dan ladang jutaan orang Indonesia. Artikel ini menelusuri bagaimana krisis iklim mengubah kehidupan sehari-hari warga dari Jawa hingga Nusa Tenggara, sekaligus melihat respons kreatif komunitas lokal yang mulai beradaptasi. Yang mengejutkan adalah betapa dekatnya ancaman itu — bukan di masa depan, tapi tepat di depan pintu rumah kita sekarang.