
MASYARAKAT ADAT | Jumat, 14 Agustus 2026 - 01:03 WIB
Di tengah lambatnya pengakuan negara terhadap hak hutan adat, komunitas seperti Dayak Ngaju di Kalimantan terus bertaruh untuk mempertahankan warisan leluhur mereka dari ancaman yang bergerak lebih cepat dari proses birokrasi. Hutan adat ternyata bukan sekadar isu lingkungan — ia menyimpan pengetahuan ekologis turun-temurun yang nilainya tak tergantikan oleh teknologi modern sekalipun. Kisah perjuangan Yanti dan ratusan komunitas adat serupa di Indonesia memperlihatkan bahwa masa depan hutan tropis kita bergantung pada satu pertanyaan sederhana: seberapa serius kita mau mendengarkan mereka yang paling lama menjaganya.