
HUTAN DAN SUNGAI | Jumat, 14 Agustus 2026 - 07:03 WIB
Hilangnya kawasan hutan tropis Indonesia berdampak langsung pada kenyamanan hidup masyarakat perkotaan, mulai dari peningkatan suhu udara hingga ancaman pasokan pangan. Artikel ini mengulas bagaimana keputusan konsumsi harian dan kepedulian lingkungan masyarakat dapat membantu menyelamatkan benteng hijau terakhir Nusantara demi masa depan yang lebih berkelanjutan.

HUTAN DAN SUNGAI | Kamis, 13 Agustus 2026 - 09:26 WIB
Pemulihan ekosistem hutan di Indonesia bukan sekadar proyek penanaman pohon, melainkan proses panjang yang melibatkan masyarakat lokal, pengetahuan adat, dan kesabaran lintas generasi. Dari Hutan Harapan di Sumatera hingga lereng Gunung Merbabu, berbagai inisiatif restorasi membuktikan bahwa alam bisa pulih — asalkan manusia memberi ruang dan berhenti merusak. Artikel ini menelusuri bagaimana hutan yang kembali tumbuh mengubah kehidupan nyata jutaan orang, dari ketersediaan air hingga ketahanan pangan.

IKLIM DAN ENERGI | Kamis, 13 Agustus 2026 - 09:24 WIB
Perubahan iklim global kini bukan lagi ancaman abstrak yang terasa jauh — dampaknya sudah terasa nyata di sawah Karawang, pesisir Jakarta, hingga laut Raja Ampat. Dari pola hujan yang kacau hingga karang yang memutih dan nyamuk yang semakin ganas, krisis ini menyentuh hampir setiap aspek kehidupan orang Indonesia. Artikel ini menelusuri bagaimana perubahan itu bekerja di sekitar kita dan apa yang mulai dilakukan oleh kota-kota serta warganya untuk bertahan.

HUTAN DAN SUNGAI | Kamis, 13 Agustus 2026 - 07:11 WIB
Minyak kelapa sawit kini tidak lagi sekadar menjadi bahan dapur, melainkan telah merambah luas ke dalam produk perawatan diri, kuliner, hingga energi hijau yang menyokong gaya hidup masyarakat modern. Melalui penerapan standar keberlanjutan yang makin ketat, konsumen diajak untuk lebih bijak memilih produk yang ramah lingkungan demi mendukung kelestarian alam dan kesejahteraan petani lokal.

MASYARAKAT ADAT | Kamis, 13 Agustus 2026 - 06:28 WIB
Perjuangan pengakuan hak wilayah adat ternyata berdampak langsung pada kelestarian lingkungan, keberagaman kuliner lokal, hingga tren busana berkelanjutan di Indonesia. Mengakui hak atas tanah leluhur bukan hanya masalah keadilan sosial, melainkan langkah krusial untuk menyelamatkan ekosistem bumi dari dampak krisis iklim.